Ambisi Dell Rajai Pasar Laptop "2-in-1"
Unknown | 00.57 |
news
TAIPEI, KOMPAS.com - Oleh para pengamat dan analis, pasar PC dunia saat ini dikatakan sedang stagnan, bahkan cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Hal itu pun disadari oleh raksasa komputer asal Amerika Serikat, Dell. Menyikapi tantangan tersebut, Dell mengaku tidak terlalu khawatir. Pihaknya menyatakan telah menyiapkan beberapa strategi untuk tetap bertahan di bisnis ini. Salah satunya dengan membanjiri pasar dengan laptop hybrid 2-in-1, laptop yang sekaligus bisa menjadi tablet PC.
Vice President Dell Consumer Product Marketing Ray Wah mengungkap sejumlah data yang dikutipnya dari International Data Corporation. Ia menjelaskan, di periode kuartal pertama tahun 2016, penjualan PC global mengalami penurunan sebesar 11 persen dibandingkan tahun lalu.
Uniknya, pasar laptop 2-in-1 malah tumbuh pesat, yakni 26 persen. Artinya, perangkat laptop yang juga bisa difungsikan sebagai tablet itu memang sedang naik daun.
"Saat ini, mulai banyak orang yang menyadari bahwa laptop 2-in-1 menawarkan banyak fungsi," tutur Ray kepada sejumlah media asal Indonesia, termasuk reporter KompasTekno, Deliusno, di Taipei, Taiwan, Selasa (31/5/2016).
Hal itu pun disadari oleh raksasa komputer asal Amerika Serikat, Dell. Menyikapi tantangan tersebut, Dell mengaku tidak terlalu khawatir. Pihaknya menyatakan telah menyiapkan beberapa strategi untuk tetap bertahan di bisnis ini. Salah satunya dengan membanjiri pasar dengan laptop hybrid 2-in-1, laptop yang sekaligus bisa menjadi tablet PC.
Vice President Dell Consumer Product Marketing Ray Wah mengungkap sejumlah data yang dikutipnya dari International Data Corporation. Ia menjelaskan, di periode kuartal pertama tahun 2016, penjualan PC global mengalami penurunan sebesar 11 persen dibandingkan tahun lalu.
Uniknya, pasar laptop 2-in-1 malah tumbuh pesat, yakni 26 persen. Artinya, perangkat laptop yang juga bisa difungsikan sebagai tablet itu memang sedang naik daun.
"Saat ini, mulai banyak orang yang menyadari bahwa laptop 2-in-1 menawarkan banyak fungsi," tutur Ray kepada sejumlah media asal Indonesia, termasuk reporter KompasTekno, Deliusno, di Taipei, Taiwan, Selasa (31/5/2016).
"Kami senang merilis laptop 2-in-1 ukuran layar 17 inci pertama dunia. Kami juga merilis 5 laptop 2-in-1 lain. Laptop 2-in-1 akan menjadi kategori yang akan kami menangkan," tegas Ray.
Dalam sebuah acara di Taipei, Taiwan, Dell merilis berbagai produk laptop 2-in-1 baru. Perangkat yang paling menarik perhatian adalah Inspiron 17 7000 2-in-1. Perangkat ini memiliki layar berukuran 17 inci dengan resolusi Full HD.
Selain itu, Inspiron 7000 juga bakal hadir dalam bentang layar 13 inci dan 15 inci. Laptop ini merupakan seri paling high-end yang dimiliki Dell di kategori 2-in-1.
Seri lainnya, yang mengisi segmen kelas entry dan menengah adalah Inspiron 3000 (11,6 inci) dan Inspiron 5000 (13 dan 15 inci). Semua model tersebut akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Hanya saja, belum diketahui varian ukuran layar mana saja yang akan dihadirkan oleh Dell.
AMD Incar 100 Juta “Gamer" VR Berbekal Kartu Grafis Murah
Unknown | 00.30 |
KOMPAS.com - Seiring dengan kehadiran produk-produk headset, seperti Oculus Rift dan HTC Vive, teknologi Virtual Reality (VR) mulai naik daun di ranah gaming PC.
Sayangnya, menurut Senior VP and Chief Architect Radeon Technologies Group AMD, Raja Koduri, game VR yang tersedia saat ini baru bisa dinikmati segelintir gamer karena membutuhkan komputer bertenaga besar dengan harga mahal pula.
“Dari 1,43 miliar PC yang ada di seluruh dunia saat ini, hanya 1 persen yang bisa menikmati VR,” ujar Koduri saat berbicara dalam acara peluncuran kartu grafis Radeon RX 480 di Taipei, Taiwan, Rabu (1/6/2016).
Persoalan inilah yang dilihat sebagai peluang dan coba diatasi oleh AMD dengan meluncurkan keluarga chip pengolah grafis (GPU) baru berkode nama “Polaris”, seperti yang tertanam di kartu grafis Radeon RX480.
Polaris digadang-gadang menjadi basis kartu grafis murah meriah yang cukup bertenaga untuk menjalankan VR. AMD mengincar ceruk pasar di kisaran 100-300 dollar AS karena sebagian besar gamer (84 persen) membeli kartu grafis yang dibanderol di rentang harga tersebut.
“(Sebelum kemunculan Polaris) Belum ada kartu grafis di kisaran harga tersebut (100-300 dollar AS) yang sanggup menjalankan VR,” imbuh Koduri.
Radeon RX 480 sendiri adalah kartu grafis kelas menengah yang dibanderol dengan harga 200 dollar AS. RX 480 merupakan produk pertama dengan GPU Polaris yang diluncurkan AMD.
Ke depan, ada kemungkinan vendor chip ini akan merilis model-model lain untuk menduduki rentang harga 100-300 dollar AS tersebut. AMD pun optimis bisa menjadi pilihan bagi 100 juta orang (gamer) pertama yang ingin menikmati VR.
“Kami ingin memulai itu sekarang. Bukan enam bulan dari sekarang atau tahun depan. Itulah tujuan yang ingin kami capai dengan Polaris,” kata Koduri.
Memasyarakatkan VR
Virtual Reality menjadi tema yang berulangkali didengung-dengungkan oleh AMD. Keluarga GPU Polaris diharapkan bisa menambah jumlah pengguna yang bisa menikmati VR di rumah.
Mengapa harus ditambah? AMD menjelaskan jumlah pengguna yang besar diperlukan untuk mendorong perkembangan ekosistem VR secara keseluruhan.
Semakin banyak jumlah konsumen potensial di pasaran (pengguna yang komputernya mampu menjalankan VR), semakin terdorong pula para developer dan publisher untuk menelurkan aneka judul aplikasi VR yang berkualitas.
Untuk merangkul sebanyak mungkin konsumen, AMD pun membanderol Polaris (selaku kartu grafis yang diklaim mampu menjalankan VR dengan mulus) di kisaran harga relatif terjangkau.
“Dengan kemampuannya, Radeon RX 480 akan memasyarakatkan VR. Kartu grafis ini harganya 199 dollar, tapi dirancang seperti produk premium berharga 500 dollar AS,” kata Koduri sesumbar.
Pun begitu, agaknya masih butuh waktu sebelum VR benar-benar bisa dinikmati oleh semua orang di komputer. Pasalnya, komponen-komponen pendukung lain di luar kartu grafis masih relatif mahal.
VR, misalnya, juga memerlukan prosesor yang andal. Headset VR dari Oculus dan HTC pun benderolnya masih mahal di kisaran harg 600 dollar AS hingga 800 dollar AS.
AMD telah melakukan langkahnya dengan meluncurkan kartu grafis “VR” dengan harga relatif terjangkau. Kapan pemain-pemain yang lain akan ikut serta?
Temuan Baru Jepang yang menggencarkan Dunia
Unknown | 02.36 |
assalamualaikum wr.wb
yah maaf udah lama ga nge post nih heheheh karena kesibukan yg berjubun dari osis sampe orderan buat bikin banner yg yah lumayan lah
kalio ini ane bakalan nge post tentang teknologi inovativ dari jepang
ThinkstockIlustrasi kereta cepat.
Dari negara-negara Asia lainnya, Jepang meraih nilai unggul pada 36 indikator yang menjadi ukuran kapasitas dan insentif untuk inovasi. Indikator tersebut mencakup jumlah perguruan tinggi yang berhasil masuk 500 besar dunia, jumlah daftar hak paten, buku, film, tingkat urbanisasi, anggaran riset, dan juga pengembangan.
Lalu, bagaimana cara Jepang berinovasi?
Tahan gempaLetak geografis Jepang yang berada di antara lempengan Samudera Pasifik menyebabkan negara ini rentan diguncang gempa. Fakta ini membuat warganya tak berhenti mencari solusi untuk dapat memiliki tempat tinggal yang tahan gempa.
Dengan pemikiran itu, beragam konsep bangunan yang lentur dan tak mudah roboh terus bermunculan di Jepang. Belakangan, konsep itu juga diadaptasi pada bangunan minimarket. Menariknya, selain tahan gempa, minimarket ini juga dirancang untuk memiliki cadangan energi agar bisa beroperasi meski aliran listrik terputus saat gempa.
EfisienSalah satu alasan mengapa Jepang selalu berinovasi adalah demi tercapainya efisiensi. Biasanya, temuan dirancang berdasarkan kebutuhan mereka. Suatu kali, ilmuwan Jepang berhasil menemukan mesin yang mampu mendaur ulang limbah kertas kantor menjadi tisu toilet.
Ide awalnya berasal dari menumpuknya limbah kertas di negara tersebut. Dengan temuan itu, 40 lembar kertas bekas ukuran A4 bisa diubah menjadi satu roll tisu toilet dalam waktu 30 menit.
FuturistikGabungan dari pertimbangan kebutuhan dan efisiensi, alat-alat besutan Jepang lalu kerap dihubungkan dengan teknologi futuristik. Ini pula yang kemudian membuat barang-barang dari Jepang kerap “tampil beda” dengan produk negara lain—yang cenderung menawarkan teknologi sama.
Doc. AQUA JapanCoton Handy Washer,mesin cuci genggam.
Sebut saja sebagai contoh, mesin cuci tanpa air untuk pemakaian rumah tangga, AQUA Racooon. Mesin keluaran AQUA Japan— brand yang dulu dikenal dengan nama SANYO—ini memanfaatkan teknologi ozon khusus untuk dapat menyegarkan kembali pakaian dalam keadaan kering. Sehingga pakaian terhindar dari bau tak sedap.
Dengan mesin cuci tersebut, orang tak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan jasa dry cleaning, sebutan untuk proses pencucian tanpa air dan deterjen. Cukup di rumah, pakaian-pakaian yang tidak dapat dicuci dengan air dan deterjen bisa kembali bersih.
Ada lagi alat teramat praktis dari brand yang sama, yaitu COTON Handy Washer. Hanya seukuran,genggaman telapak tangan, produk ini dapat membersihkan area kotor pakaian dengan denyutan halus 700 kali per menit. Waktu mencuci pun bisa lebih pendek menjadi dalam hitungan satuan menit.
READ MORE
yah maaf udah lama ga nge post nih heheheh karena kesibukan yg berjubun dari osis sampe orderan buat bikin banner yg yah lumayan lah
kalio ini ane bakalan nge post tentang teknologi inovativ dari jepang
Dulu, Jepang mengejutkan masyarakat dunia dengan temuan teknologi kereta peluru Shinkansen. Keberadaan kereta cepat ini sontak memperpendek waktu tempuh para komuter. Bahkan jarak tempuh 515 kilometer dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam saja.
Tak berhenti di situ. Inovasi kereta cepat terus berkembang, hingga bisa melaju sampai 600 kilometer per jam. Kemampuan itu terjadi karena Shinkansen menggunakan teknologi magnetic levitation, yang bisa mengangkat badan kereta setinggi 10 sentimeter dari rel. Magnetic levitation itu kemudian mendorong gerbong-gerbong dengan kekuatan magnet bermuatan listrik.
Dari satu kisah ini saja terasa pantas kalau Jepang dianggap sebagai negara paling efisien dalam mengembangkan kreativitas menjadi inovasi. Sebuah anugerah yang diberikan oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) pada 2014.
Tak berhenti di situ. Inovasi kereta cepat terus berkembang, hingga bisa melaju sampai 600 kilometer per jam. Kemampuan itu terjadi karena Shinkansen menggunakan teknologi magnetic levitation, yang bisa mengangkat badan kereta setinggi 10 sentimeter dari rel. Magnetic levitation itu kemudian mendorong gerbong-gerbong dengan kekuatan magnet bermuatan listrik.
Dari satu kisah ini saja terasa pantas kalau Jepang dianggap sebagai negara paling efisien dalam mengembangkan kreativitas menjadi inovasi. Sebuah anugerah yang diberikan oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) pada 2014.
Dari negara-negara Asia lainnya, Jepang meraih nilai unggul pada 36 indikator yang menjadi ukuran kapasitas dan insentif untuk inovasi. Indikator tersebut mencakup jumlah perguruan tinggi yang berhasil masuk 500 besar dunia, jumlah daftar hak paten, buku, film, tingkat urbanisasi, anggaran riset, dan juga pengembangan.
Lalu, bagaimana cara Jepang berinovasi?
Tahan gempaLetak geografis Jepang yang berada di antara lempengan Samudera Pasifik menyebabkan negara ini rentan diguncang gempa. Fakta ini membuat warganya tak berhenti mencari solusi untuk dapat memiliki tempat tinggal yang tahan gempa.
Dengan pemikiran itu, beragam konsep bangunan yang lentur dan tak mudah roboh terus bermunculan di Jepang. Belakangan, konsep itu juga diadaptasi pada bangunan minimarket. Menariknya, selain tahan gempa, minimarket ini juga dirancang untuk memiliki cadangan energi agar bisa beroperasi meski aliran listrik terputus saat gempa.
EfisienSalah satu alasan mengapa Jepang selalu berinovasi adalah demi tercapainya efisiensi. Biasanya, temuan dirancang berdasarkan kebutuhan mereka. Suatu kali, ilmuwan Jepang berhasil menemukan mesin yang mampu mendaur ulang limbah kertas kantor menjadi tisu toilet.
Ide awalnya berasal dari menumpuknya limbah kertas di negara tersebut. Dengan temuan itu, 40 lembar kertas bekas ukuran A4 bisa diubah menjadi satu roll tisu toilet dalam waktu 30 menit.
FuturistikGabungan dari pertimbangan kebutuhan dan efisiensi, alat-alat besutan Jepang lalu kerap dihubungkan dengan teknologi futuristik. Ini pula yang kemudian membuat barang-barang dari Jepang kerap “tampil beda” dengan produk negara lain—yang cenderung menawarkan teknologi sama.
Sebut saja sebagai contoh, mesin cuci tanpa air untuk pemakaian rumah tangga, AQUA Racooon. Mesin keluaran AQUA Japan— brand yang dulu dikenal dengan nama SANYO—ini memanfaatkan teknologi ozon khusus untuk dapat menyegarkan kembali pakaian dalam keadaan kering. Sehingga pakaian terhindar dari bau tak sedap.
Dengan mesin cuci tersebut, orang tak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan jasa dry cleaning, sebutan untuk proses pencucian tanpa air dan deterjen. Cukup di rumah, pakaian-pakaian yang tidak dapat dicuci dengan air dan deterjen bisa kembali bersih.
Ada lagi alat teramat praktis dari brand yang sama, yaitu COTON Handy Washer. Hanya seukuran,genggaman telapak tangan, produk ini dapat membersihkan area kotor pakaian dengan denyutan halus 700 kali per menit. Waktu mencuci pun bisa lebih pendek menjadi dalam hitungan satuan menit.
Apple lirik virual reality
Unknown | 01.38 |
Dalam laporan keuangan terbarunya, raksasa teknologi itu memang menunjukkan bahwa penjualan iPhone hanya meningkat sekitar 1 persen year on year. Sedangkan di kuartal mendatang diprediksi turun.
Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Phone Arena, Senin (1/2/2016), mereka pun mesti mencari cara untuk kembali meningkatkan gairah pasar, salah satunya dengan memanfaatkanheadset VR.
Apple pun tampaknya sudah lama menyiapkan diri untuk masuk ke industri VR, tepatnya sejak 2013 lalu ketika mereka mengajukan patenheadset dengan teknologi tersebut.
Desas-desus yang kemudian beredar adalah mereka membentuk tim khusus yang terdiri dari ahli di bidang VR sekaligus augmented reality(AR). Anggotanya antara lain berupa orang-orang dari perusahaan yang telah mereka beli, termasuk juga beberapa dari Microsoft serta Lytro.
Indikasi lain yang membumbui prediksi ini adalah langkah mereka mempekerjakan penelisi VR Doug Bowman. Pria ini diketahui sedang mempelajari antarmuka khusus VR sekaligus pernah menjabat sebagai Director of the Center for Human-Computer Interaction di Virginia Tech.
Selain itu, Apple baru saja membeli perusahaan Flyby Media yang membuat smartphone bisa memindai barang dari dunia nyata dan menyimpannya sebagai koleksi virtual.
Pada sebuah conference call, Selasa pekan lalu, CEO Apple Tim Cook juga sempat menyebutkan ketertarikannya pada headset VR. Bila rencana pembuatan headset itu benar, maka kita masih harus bersabar menunggunya muncul.
Galaxy S7 vs LG G5 vs iPhone 6S
Unknown | 01.36 |
Jakarta - Belum genap sehari Galaxy S7 dan S7 Edge dirilis, namun prosesornya telah dites kemampuannya. Ponsel flagship anyar besutan Samsung itu diuji tanding dengan LG G4, Galaxy Note dan iPhone 6S. Hasilnya?
Samsung menghadirkan Galaxy S7 dan S7 Edge dalam dua varian prosesor. Untuk pasar Amerika Serikat akan dibekali Snapdragon 820. Sementara lainnya akan mengusung Exynos 8890 SoC.
Prosesor 8890 SoC menawarkan proses pabrikasi yang sama dengan Snapdragon 820. Hanya saja prosesor garapan Samsung itu punya inti lebih banyak ketimbang milik Qualcomm.
Hanya saja jumlah core bukanlah jaminan prosesor tersebut akan kencang. Setidaknya itu dibuktikan saat pengujian dengan Snapdragon 820 yang ada di LG G5.
Dikutip dari Phone Arena, Senin (22/2/2016), saat diuji menggunakan Antutu, Galaxy S7 mendapat nilai 116.668. Lebih rendah ketimbang LG G5 yang mendapat angka 133.054.
Namun ponsel terbaru Samsung itu jauh lebih tinggi dari saudaranya Galaxy Note 5 yang mendapat 67.207. Bahkan mengalahkan iPhone 6S dengan nilai 59.075.
Untuk lebih menyakinkan ponsel tersebut diadu lagi menggunakan Vellamo metal. Hanya saja iPhone 6S tidak ikut bertanding.
Hasilnya LG G5 mendapat skor sedikit lebih tinggi dengan nilai 3.500. Sementara Galaxy S7 mendapatkan 3.328 dan Galaxy note 5 meraih 2.532.
Barulah ketika pengujian Vellamo Browser, Galaxy S7 menang telak dengan nilai 6.680. Jauh meninggalkan LG G5 dengan skor 4.425 dan Galaxy Note 5 dengan 5.476. (afr/ash)
wih mau pilih yang mana nih para a16 licious??
kalo ane sih tetap S7 anda??
READ MORE
Samsung menghadirkan Galaxy S7 dan S7 Edge dalam dua varian prosesor. Untuk pasar Amerika Serikat akan dibekali Snapdragon 820. Sementara lainnya akan mengusung Exynos 8890 SoC.
Prosesor 8890 SoC menawarkan proses pabrikasi yang sama dengan Snapdragon 820. Hanya saja prosesor garapan Samsung itu punya inti lebih banyak ketimbang milik Qualcomm.
Hanya saja jumlah core bukanlah jaminan prosesor tersebut akan kencang. Setidaknya itu dibuktikan saat pengujian dengan Snapdragon 820 yang ada di LG G5.
Dikutip dari Phone Arena, Senin (22/2/2016), saat diuji menggunakan Antutu, Galaxy S7 mendapat nilai 116.668. Lebih rendah ketimbang LG G5 yang mendapat angka 133.054.
Namun ponsel terbaru Samsung itu jauh lebih tinggi dari saudaranya Galaxy Note 5 yang mendapat 67.207. Bahkan mengalahkan iPhone 6S dengan nilai 59.075.
![]() |
Untuk lebih menyakinkan ponsel tersebut diadu lagi menggunakan Vellamo metal. Hanya saja iPhone 6S tidak ikut bertanding.
Hasilnya LG G5 mendapat skor sedikit lebih tinggi dengan nilai 3.500. Sementara Galaxy S7 mendapatkan 3.328 dan Galaxy note 5 meraih 2.532.
Barulah ketika pengujian Vellamo Browser, Galaxy S7 menang telak dengan nilai 6.680. Jauh meninggalkan LG G5 dengan skor 4.425 dan Galaxy Note 5 dengan 5.476. (afr/ash)
wih mau pilih yang mana nih para a16 licious??
kalo ane sih tetap S7 anda??
BlackBerry lebih unggul daripada S7 dan LG G7??
Unknown | 01.23 |
news
Jakarta - Samsung Galaxy S7 dan LG G5 bisa dibilang adalah bintangnya Mobile World Congress (MWC) 2016. Tapi kalau rumor yang beredar benar, BlackBerry bisa saja mengusik euforia kedua ponsel kelas atas tersebut.
Di hari pertama (22/2/2016) gelaran MWC 2016, tiba-tiba saja berhembus kencang kabar soal ponsel Android kedua BlackBerry. Meski tentu butuh pembuktian, konon perusahaan Kanada ini akan merilis ponsel anyarnya tersebut di Barcelona, Spanyol.
Bila benar, tentu ini cukup mengejutkan. Pasalnya, ponsel yang kabarnya akan dinamai BlackBerry Vienna sudah cukup lama meredup. Namun terlepas dari itu, kalau Vienna benar-benar diluncurkan, BlackBerry berpeluang mengganggu euforia Galaxy S7 dan G5. Kok bisa?
Karena gosipnya Vienna akan dibanderol lebih murah dari pendahulunya, Priv. Sejauh apa selisih harganya, memang belum ada yang bisa memastikan. Namun tak sedikit yang optimistis kalau Vienna sedikit banyak akan mampu membantu BlackBerry bangkit kembali.
Di sisi pengguna, Vienna cukup bikin penasaran dan cukup dinanti oleh fans Blackberry. Sebab Vienna mengusung keyboard fisik yang tampil bak kebanyakan ponsel lawas BlackBerry.
Ditambah lagi ponsel ini juga telah dibenamkan OS Android sebagai jawaban atas minimnya dukungan aplikasi di OS BlackBerry 10, sekaligus menjawab keinginan fans BlackBerry yang sejak lama berharap OS robot hijau di ponsel BlackBerry.
Seperti apapun Vienna nantinya, tiga hari gelaran MWC 2016 bakal terang-terangan menjawabnya bila rumor ini terbukti. Asal jangan berharap terlalu tinggi, karena kalau mengacu pada bocoran spesifikasinya yang menyebut Vienna akan punya layar full HD 5 inch, RAM 3 GB dan kamera 18 MP, sepertinya ponsel ini tak akan cukup terjangkau untuk sebagian besar orang.
Mungkin memang lebih murah dari Priv yang desainnya premium, tapi sepertinya banderol Vienna kemungkinan akan tetap berada di kategori kelas atas. Jadi apakah Vienna akan benar-benar meluncur di MWC 2016, jawabannya ada di tiga hari ke depan. (yud/ash)
READ MORE
Di hari pertama (22/2/2016) gelaran MWC 2016, tiba-tiba saja berhembus kencang kabar soal ponsel Android kedua BlackBerry. Meski tentu butuh pembuktian, konon perusahaan Kanada ini akan merilis ponsel anyarnya tersebut di Barcelona, Spanyol.
Bila benar, tentu ini cukup mengejutkan. Pasalnya, ponsel yang kabarnya akan dinamai BlackBerry Vienna sudah cukup lama meredup. Namun terlepas dari itu, kalau Vienna benar-benar diluncurkan, BlackBerry berpeluang mengganggu euforia Galaxy S7 dan G5. Kok bisa?
Karena gosipnya Vienna akan dibanderol lebih murah dari pendahulunya, Priv. Sejauh apa selisih harganya, memang belum ada yang bisa memastikan. Namun tak sedikit yang optimistis kalau Vienna sedikit banyak akan mampu membantu BlackBerry bangkit kembali.
Di sisi pengguna, Vienna cukup bikin penasaran dan cukup dinanti oleh fans Blackberry. Sebab Vienna mengusung keyboard fisik yang tampil bak kebanyakan ponsel lawas BlackBerry.
Ditambah lagi ponsel ini juga telah dibenamkan OS Android sebagai jawaban atas minimnya dukungan aplikasi di OS BlackBerry 10, sekaligus menjawab keinginan fans BlackBerry yang sejak lama berharap OS robot hijau di ponsel BlackBerry.
Seperti apapun Vienna nantinya, tiga hari gelaran MWC 2016 bakal terang-terangan menjawabnya bila rumor ini terbukti. Asal jangan berharap terlalu tinggi, karena kalau mengacu pada bocoran spesifikasinya yang menyebut Vienna akan punya layar full HD 5 inch, RAM 3 GB dan kamera 18 MP, sepertinya ponsel ini tak akan cukup terjangkau untuk sebagian besar orang.
Mungkin memang lebih murah dari Priv yang desainnya premium, tapi sepertinya banderol Vienna kemungkinan akan tetap berada di kategori kelas atas. Jadi apakah Vienna akan benar-benar meluncur di MWC 2016, jawabannya ada di tiga hari ke depan. (yud/ash)
Samsung Galaxy S7 Sudah Dukung Vulkan API, Apa Itu?
Unknown | 00.05 |
BARCELONA, KOMPAS.com - Tak melulu soal kamera, lini SamsungGalaxy S juga makin serius pada sektor game. Itikad ini dituangkan lewat fitur "game launcher" dan "game tools" yang terbenam pada Galaxy S7 dan S7 Edge.
Kedua ponsel baru saja diluncurkan dalam acara bertajuk "SamsungGalaxy Unpacked" yang turut dihadiri KompasTekno, Minggu (21/2/2016) di Barcelona, Spanyol.
Selain dari sisi antarmuka, Galaxy S7 juga memanjakan gamer dengan dukungan ke pemograman "Vulkan API 1.0" yang tak lain merupakan generasi penerus "Open GL ES".
Apa itu Vulkan API?
Vulkan adalah pemrograman yang diluncurkan Khronos Group sejak tahun lalu, kompatibel dengan sistem operasi Android, Windows, dan Linux.
Game-game hasil pemrograman Vulkan dikatakan lebih efisien dari segi penggunaan prosesor. Pasalnya, Vulkan memiliki pengaturan GPU dan CPU yang lebih mumpuni ketimbang Open GL.
Selama bertahun-tahun, Open GL telah menjadi standar pemrograman, dengan kapabilitas untuk prosesor inti tunggal (single core).
Padahal, prosesor yang ramai di pasaran saat ini adalah prosesor-prosesor banyak inti (multi-core). Mulai dari empat inti, enam inti, hingga delapan inti.
Nah, Vulkan API adalah "belahan jiwa" untuk memaksimalkan manfaat dari prosesor multi-core tersebut.
Ibarat birokrasi anti ruwet
Pengaturan GPU dan CPU tak ubahnya sistem birokrasi. Dalam hal ini, sistem birokrasi Vulkan jauh lebih praktis dan anti-ruwet ketimbang sistem birokrasi Open GL.
Ini bisa diibaratkan dengan kisah perancang yang ingin membuat patung di pabrik patung. Perancang tak bisa serta-merta menemui pematung, sebab ada manajemen yang tak bisa dilangkahi perannya.
Pada Open GL, cuma manajemen yang berhak mengatur pematung. Sementara pada Vulkan, selain ke manajemen, perancang juga bisa langsung berkomunikasi dengan pematung.
Komunikasi lintas peran tersebut memungkinkan pembagian kerja yang lebih merata untuk prosesor multi-core.
"Beban kerja tiap core jadi lebih ringan," kata Lucky. "Frame rate-nya lebih besar. Rendering jauh lebih baik," ia menambahkan.
Pada dasarnya, pemrograman Vulkan berarti jaminan pengalaman bermain game yang lebih baik, dengan kualitas grafis dan performa tangguh.
Dengan dukungan Vulkan API pada duet Galaxy S7 dan S7 Edhe,developer bisa menciptakan game-game berkualitas tinggi bagi para pecinta game.







